Pekerjaan oleh Careerjet

Peluang Usaha dan Bisnis 2008

Wirausaha.com

Tempointeraktif.com - Ekonomi

Dinas Peternakan Jabar

Selasa, 09 Oktober 2007

Prospek Cerah Dari Tepung Darah

Selama ini limbah darah di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dibuang percuma. Dengan sentuhan inovasi, Alif mengubahnya menjadi tepung darah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak.

Darah. Perasaan ngeri atau bahkan jijik segera muncul saat membayangkan kata satu ini. Adalah lumrah apabila benda ca
ir berwarna merah itu kemudian dianggap hanya sebagai limbah di setiap rumah pemotongan hewan (RPH). Karena masuk kategori barang buangan seringkali pemanfaatannya tidak maksimal atau terbuang percuma begitu saja. Asal tahu, sejatinya darah buangan itu masih memiliki nilai ekonomi yang lumayan tinggi. Bukan untuk kita konsumsi memang, tetapi setelah diolah menjadi tepung darah dapat dijadikan sumber pakan ternak atau pun pupuk tanaman. Pasalnya selain sebagai sumber protein yang amat bagus untuk penggemukan, kandungan nitrogen alami cukup tinggi sehingga bermanfaat sebagai pupuk organik.

Alif Nuranto adalah salah seorang yang memanfaatkan darah limbah RPH menjadi tepung. Kisahnya awalnya saat berniat membuka usaha pembuatan pakan ikan ia tahu bahwa salah satu bahan bakunya adalah tepung darah. “Saya tertarik untuk mengembangkan produk ini setelah orang tua saya menciptakan mesin yang dapat mengolah produk cair menjadi tepung. Di samping itu pemanfaatan darah dari limbah-limbah RPH saya lihat belum maksimal padahal darah akan bernilai ekonomis yang tinggi jika dibuat tepung,” tuturnya.

Selanjutnya darah cair akan berubah menjadi serbuk atau tepung setelah diproses menggunakan mesin spray dryer. Selain kandungan protein yang tinggi, keuntungan lainnya, butirannya sangat ringan, halus seperti powder sehingga amat mudah dicerna.

Sekadar informasi, Alif menjalankan bisnis orang tuanya Tanda Teknik - mengangkat nama daerah tempat tinggal mereka yaitu TANggulan DAgo -, workshop yang khusus membuat alat-alat dan mesin untuk keperluan laboratorium serta industri. Perusahaan ini dibangun pada tahun 1997. Pada awalnya workshop ini untuk melayani pembuatan alat/ mesin untuk skala laboratorium dan penelitian di ITB, kemudian dalam perkembangannya banyak menerima pesanan dari beberapa perguruan tinggi yang memiliki fakultas teknik di seluruh Indonesia.

Sedangkan kapasitas produksi tepung darah yang dihasilkan Alif selama sebulan sesuai kapasitas
mesin adalah sekitar 500 Kg. Harga produk di pasaran Rp 30.000/kg. Dikatakan, target pasar produk tersebut adalah para pelaku bisnis di sektor agro industri terutama di bidang peternakan dan pertanian. Saat ini konsumen yang membeli produk dari bapak satu anak ini berasal dari Bandung, Tangerang, Bogor, dan Subang. “Pernah ada permintaan dari Jepang tetapi karena keterbatasan kemampuan modal kami tidak dapat memenuhi,” akunya.

Soal bahan baku, dikatakan, ia tidak menemui kendala dan jumlahnya cukup melimpah. Namun untuk saat ini karena alasan keterbatasan modal usaha sehingga produksi hanya dikerjakan berdasarkan pesanan. Padahal ia amat yakin bisnis ini menurutnya merupakan bisnis masa depan yang mempunyai prospek yang cerah. “Produk yang memiliki berbagai manfaat seperti kualitas yang baik, efisiensi dan nilai yang tinggi tentunya akan sangat dibutuhkan di masa yang akan datang apalagi sektor agribisnis merupakan basic perekonomian negara kita,” tukasnya.

Diungkapkan lulusan Teknik Planologi ITB itu, untuk sementara waktu pembuatan pakan ikan dengan bahan baku utama menggunakan tepung darah itu masih dilakukan sendirian saja. Tetapi jika nanti seiring permintaan tepung darah terus meningkat maka ia siap bekerja sama dengan investor.

Sayangnya, Alif enggan menyebutkan dengan pasti besarnya investasi untuk usaha ini termasuk besarnya modal awal pada saat riset pembuatan mesin spray dryer sehingga dapat berjalan dengan baik. Yang jelas saat ini dia memiliki karyawan berjumlah 10 orang, terdiri 3 orang tenaga ahli, 4 orang operator , 2 orang administrasi dan 1 orang pembantu umum. Ia juga telah dimintai memasok produk pellet yang menggunakan tepung ikan kepada para petani tambak di bendungan Jatiluhur dan Subang. [pengusaha/wiyono]

5 komentar:

Erifbm mengatakan...

pa Alif berapa harga mesin tepung darah dan minta alamatnya dong terima kasih

aji mengatakan...

Pak Alif,

Perkenalkan nama saya Aji Wijaya.
Saat ini saya tertarik dan sedang mencari mesin spray dryer.
Sekiranya anda bisa memberikan spesifikasi mesin spray drayer anda ke email saya.
Tolong email saya ke ajiwijaya35@gmail.com

aji mengatakan...

Saya tertarik dengan mesin spray dryer buatan workshop anda.
Mohon anda cantumkan email, no telp / hp yang bisa saya hubungi, serta alamat anda dmn?

Anda bisa menghubugi saya di:
- HP :081804095647
- Email : ajiwijaya35@gmail.com

Saya tunggu balasan dari anda.

Terima kasih.

Aji Wijaya.

teguh mengatakan...

Saya tertarik dengan mesin spray drier buatan workshop Anda. mohon informasi spesifikasi dan harga alat tersebut. Anda bisa menghubungi saya di tb_chemengine@yahoo.com.

terima kasih
teguh

Max Guna mengatakan...

Pak Alif saya ingin sekali dapat wira usaha sendiri, khususnya berhubunngan dengan pembuatan pakan unggas, ikan alternatif (dari tepung darah dsbnya),termasuk utk mesin pembuatan peletnya, juga mesin pembuat tepung darah, mohon agar dapat di sms atau diemail, harga alat tsb ke : 08112644626 atau email ke : sulchan19@yahoo.com
Nuhun
Sulchan
Solo

Entrepreneur Daily

Franchises

E-Business

Sales and Marketing

Starting a Business